Tampilkan postingan dengan label Kamus Balikpapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamus Balikpapan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Mei 2013

Datu Pujung Membangun Mesjid

Kalau kita ingin menceritakan tentang Datu Pujung, maka ceritanya cukup banyak. Tapi yang ingin saya ceritakan adalah kisah tentang Datu Pujung sewaktu beliau hendak mendirikan mesjid. Masjid yang didirikan masih ada sampai sekarang. Perlu diketahui bahwa Datu Pujung yang diceritakan ini termasuk orang yang berpengetahuan tentang agama.
Sebenarnya Datu Pujung kadang-kadang berada di daerah ini, kadang-kadang di negeri sebelah yaitu dunia datu-datu. Setiap datu tentu mempunyai kejayaan masing-masing, tetapi mereka tidak bermusuhan.
Pada suatu hari beliau datang ke desa Ulin kandangan, yaitu akan mengundang Datu Ulin untuk bergotong royong membangun mesjid, “Apa kabar?” kata Datu Ulin. “kabar baik”, “sesungguhnya lama kita tidak bertemu, mungkin ada yang ingin dibicarakan?”
Sebagimana dua orang saudara angkat yang lama tidak bertemu, maka keduanya asik bercakap-cakap. Ada-ada saja yang mereka perbicarakan, sehingga tidak terasa matahari sudah tinggi. Hampir setengah hari lamanya mereka bercakap-cakap.
Karena meresa perut sudah lapar, berkatalah Datu Ulin kepada sahabatnya, “sekarang apa yang kita lakukan?” “terserah.” Kata Datu Pujung. “aku sebagai tamu mengikuti saja apa yang diinginkan tuan rumah.” “kalau begitu kita masak nasi. Untuk lauknya kita menggulai paku.” “Baiklah”.
Datu Pujung menyangka, yang akan digulai Datu Ulin adalah paku pakis sebagaimana lazimnya. Tetapi ternyata Datu Ulin menggulai paku sungguhan, paku besi. Diam-diam saja karena merasa salah omong.
Setelah sekian lamanya, Datu Ulin segera mengajak sahabatnya itu untuk bersantap. Datu Ulin memakan paku itu dengan nikmatnya, keakan-akan paku itu benda yang lemas dan enak tanpa takut ketulangan. Maklumlah Datu Ulin seorang yang punya kesaktian. Tetapi Datu Pujung tidak berani berbuat demikian. Dalam hati ia berpikir, sungguh keterlaluan sahabatnya ini bergurau. Saya sendiri tidak pernah bebuat demikian. Tetapi ingat, pikir pujung dalam hati, nanti kamu merasa sendiri akibat dari perbuatan ini.
Setelah selesai makan, keduanya duduk-duduk sambil mengisap rokok. Tiba-tiba Datu Pujung berkata, “setiap yang berasal dari besi itu keras”. Sehabis ia mengatakan keras tersebut tiba-tiba paku yang dimakan Datu Ulin mengeras dan menembus perutnya. Tetapi tidak malu kalau dikatakan Datu Ulin seorang yang sakti, karena dengan satu tepukannya, paku-paku itu kembali lemas.
Datu pujung kemudian mengutarakan maksudnya untuk mendirikan mesjid dan mengundang Datu Ulin untuk datang membantu. Sementara itu orang-orang di kampung sudah mempersiapkan segala pekakas bangunan. Ada yang menyumbang tiang, batok, dan segala ramuan yang diperlukan untuk mendirikan mesjid. Papan dibeli dikota Negara. Sedangkan untuk keperluan atap, orang-orang bergotong royong mengumpulkan daun rumbia.setelah semua tersedia, Datu Pujung berkata, “besok kita akan mulai bekerja”.
Untuk melaksanakan pekerjaan, selain penduduk sana, dari tempat lain juga diundang orang-orang yang terkenal kekuatan tenaganya. Pada hari yang ditentukan semua sudah hadir, terutama untuk mendirikan tiang guru. Secara adat semua undangan ditanggung makan minumnya. Tambahan pula Datu Pujung terkenal sebagai Datuk Padi. Artinya dimana beliau berada maka di kampung itu hasil panen akan menjadi berlimpah ruah. Apabila beliau tidak berada ditempat itu maka hasil padi akan berkurang. Apa sebabnya demikian, tak seorang pun tahu. Jadi kalau sekiranya empat puluh orang yang dijamu hingga ratusan orang pun tidak merupakan persoalan besar. Dua tiga warga sudah dapat menyediakannya.
jadi semua orang giat bekerja. ada yang memahat, ada yang membuat pasak untuk tiang dan bermacam-macam pekerjaan lagi. Orang perempuan tidak mau ketinggalan. Mereka bermarai-ramai menghambit, yaitu membuat atap daun rumbia. karena pada zaman bahari yang ada hanya atap daun. Tak ada yang berpaku tangan untuk membangun mesjid tersebut. Orang-orang yang mempunyai tenaga besar, lain pula yang dikerjkannya. Kelihatan mereka saling memerlukan kekuatannya. Kalau dilihat seseorang mengankat tiang yang empat sampai liam depa panjangnnya, maka yang lain bukan hanya sebatang tetapi dua batang sekali angkat. Padahal tiang yang diangkat bukanlah kecil, bahkan ada yang sepemeluk besarnya. Apalagi yang dinamakan tiang guru. karena banyaknya perja yang bertanga besar luar biasa, hanya kira-kira sepuluh orang orang tiang itu sudah bisa diangkat dan didirikan. Setelah itu barulah membuat kuda-kuda belandar dan akhirnya siap untuk dipasang atap.
Hampir tidak terasa waktu lohor telah tiba. Pembangunan mesjid telah selesai. Lalu tibalah waktu untuk bersantap. Ketika akan menyiapkan hidangan, ternyata ikannya tidak cukup. Bagaimana akal. Ikan tidak cuku untuk semua yang hadir.
"Kalau demikian", kata Pujung, "Tunggulah sebentar. Kita tunda dulu makan tengah hari. Saya akan pergi sebentar mencari ikan". Semua orang tak ada yang berani menyangkal kemauan beliau, karena Datu Pujung yang menjadi pemimpin di sana.
"Ke mana datu akan mencari ikan?", tanya seseorang. Menurut cerita, waktu itu Pujung akan mencari ikan ke Negara.
Orang-orang sama bertanya-tanya satu sama lain. bagaimana mungkin tempat yang sejauh itu dapat dicapai pulang pergi dalam waktu singkat. Melihat keraguan orang-orang yang hadir, Pujung berkata, "jangan kuatir, sebentar saja aku sudah kembali".
"Baiklah".
Pujung kemudian menurunkan jukung ke air dan mengambil pengayuh. Menurut cerita, dia mengayuh jukung sangat laju. sekali menrangkuh dayung dia dapat melewati satu rantauan. Dengan kecepatan demikian, tidak lama kemudian sampailah ke Negara.
Sepeninggal Datu Pujung orang-orang kembali ramai membicarakan soal hidangan. Nasi sudah masak. Ditunggu seperempat jam hingga setengah jam, Datu Pujung belum juga tiba. Padahal undangan yang datang dari jauh perlu diberi makan lebih dahulu karena merak bermaksud akan pulang. Kalau demikian lebih baik dimakan seadanya dulu. Nanti apabila beliau datang barulah penduduk setempat makan bersama-sama. Yang penting undangan perlu didahulukan.
Kembali cerita kepada perjalanan Datu Pujung. Tidak berapa lama kemudian setibanya di daerah Negara dia mencari lubuk yang dalam dan banyak ikannya. Dengan membawa sebila rotan yang panjang dia menyelam ke dalam air. Ikan ditangkap denga tangan dan langsung ditusuk dengan rotan. Begitulah kejayaan Datu Pujung. Dia bisa bertahan dalam air, dan mengankap ikan tanpa mempergunakan tombak atau alat lainnya. Dipilihnya ikan yang besar-besar seperti tauman, haruan (gabus), baung dan bermacam-macam ikan lainnya. Tidak lama kemudian cukuplah ikan yang diperolehnya. Ikan dimasukkan ke dalam jukung, dan akhirnya datu pulang dengan kembali ke kampungnya.
Ketika Datu Pujung sampai di tempatnya semula, ternyata sebagian ada yang sudah selesai bersantap, tetapi ada pula yang belum. Melihat demikian Datu Pujung terkejut.
"Bah, ke mana saja orang-orang yang kita undang", seru Pujung. Orang-orang berpandang.
"Sebagian sudah pulang. Undangan yang jauh sudah pulang, tetapi penduduk belum lagi makan, dan masih berada di sekitar ini."
Rupanya beliau sangat marah. Ia bersusah payah mencari ikan ke tempat yang begitu jauh untuk kepentingan semua orang. Setelah ikan yang begitu banyak diperolehnya, ternyata seakan-akan tidak diperdulikan sama sekali.
"Susah kuktakan sedari tadi, tungguh aku dulu baru makanan dihidangkan. Mengapa tidak ada yang mau mendengar kataku. Kalau demikian berarti kalian sama sekali tidak memandang sebelah mata pun padaku. Berati kalian tidak memerlukanku lagi."
Setelah berkata demikian, Datu Pujung kemudian berdiri di muka mesjid yang baru dibangun itu, tidak ambil peduli terhadap orang banyak. Lalu Pujuk meletakkan sebelah kakinya ke mesjid itu, dan menekan ke bawah. Begitu pijakanya, sebagian lantainya amblas ke dalam tanah. Setelah melampiaskan kemarahannya demikian, ia pun menghilang. Orang tidak tahu ke mana perginya setelah itu.
Semua orang ribut dan saling menyalahkan, tetapi apa boleh buat, semua telah terlanjut. Dengan sedih mereka lalu membenahi sisa perkakas bangunan yang tidak terpakai.
Mesjid yang didirikan itu ialah mesjid yang terletak di kampung Banua Halat (dekat kampung penulis blog ini, yaitu di kampung gadung), tidak jauh dari Kota Rantau. Sampai sekarang mesjid itu masih berdiri. Menurut cerita, Datu Pujung kadang-kadang datang ke mesjid itu. Itulah sebabnya mengapa mesjid itu dikeramatkan orang. Kita dapat mengetahui kalau Datu Pujung berada di mesjid tersebut. Caranya. Pada malam Jum'at setelah sembahyang Isya, kipas yang ada di mesjid itu disisihkan ke tepi. Jangan ada yang ketinggalan. Besok, apabila di samping mimbar terdapat sebuah kipas berarti beliau datang bersembahyang disana. Apabila hingga pagi tidak terdapat perubahan, berarti beliau tidak datang bertandang.
Adapula sebuah cerita tentang mesjid Banua Halat yang dianggap keramat itu. Pada zaman penjajahan Belanda, pernah sepasukan tentara datang ke kampung Banua Halat. Ketika mereka melihat bangunan mesjid tersebut mereka bermaksud membakarnya. Tetapi mesjid yang dimaksud bukan mesjid yang dibangun oleh Datu Pujung, tetapi bangunan yang telah dibina untuk ketiga kalinya.
Ketika mereka menyulut mesjid itu dengan api, ternyata tidak mau terbakar. Apa akal. Salah seorang dari tentara Belanda itu mengambil lemak babi dan kemudian barulah mesjid itu dapat mereka bakar. Salah satu tiang yang hangus itu masih ada sampai sekarang. Bila kami masuk ke dalam mesjid itu sekarang, akan tetapi terlihat sebuah tiang yang berwarna hitam bekas terbakar itulah tiangnya.
 
read more...

Rabu, 08 Februari 2012

Bahasa gaul anak anak muda BALIKPAPAN

Berikut beberapa kata yang sering dipakai anakmuda balikpapan yang saya copas
dari blog Kamus Balikpapan memang agak aneh tapi inilah indonesia selalu ada yang berbeda
di setiap Daerah.

AGM Anak Gaul Melawai
ambung melambungkan, untuk layangan atau gambar
Amor Anak Motor
ancrit sialan
angop mati
Angsul kembalian
anjoy sialan
Atun Anak Pasar Butun
baju2an mainan bergambar boneka terbuat dari kertas
Bandrong Mobil Besar
Bangkong Bangun Siang
Begajulan Norak
Belanda Belauran Dalam
Benggolan uang Receh
Bengsin Bensin
Bimoli Bibir Monyong Lima Mili
blep Istilah dalam main kelereng
bolot Bodoh
Bopeng muka rusak
bote bohong
botel kelekernya rusak
bubuhan teman
Burit pantat
butu Penis
catuk ketok kepala
cinaboy kasti
cipok cium
Culas Curang
Dostep penanda kepemilikan
Gaco' batu main asinan
gambar mainan bergambar  
Gasing Mutar-mutar
gassTreck Balapan Motor Cross jadul
gebok kasti
Gembi Making love
gigimu betato Ungkapan kekesalan
Gila babi Gila Beneran
gincu Lipstick
Glendengan Gelindingan
Gonggong bodoh
Gugun Gunung Guntur
Gundala Gunung Guntur Dalam
Hancing Pesing
Harat pelit
haw-haw Bodoh
Hodeng lirik-lirikan
Impoh Keren
isdet mati
Jakarta Jalan Sukarno hatta
Jibang jijik Banget
jonggon kampung paling jauh 
Juluk Alat untuk mengambil buah yang tinggi
jumpalitan bertingkah
Jumpi Ujung pinggir
kajung Kampung Baru Ujung
karamunting buah hutan berwarna merah keungu2an
Karjo Karang Rejo
kecele Tertipu
Kecelobok kesandung
Kelubut Jenis Buah Hutan
Kerpe'an Kertas Contekan
Kestau kasih tau
Kijil ganjen
Kipungin cicipin/ ngambil
koid mati
Kombong Kandang Ayam
Kompe' tas plastik
Konak Horny
Kontek Dihubungi
Kontengan Kerjasama
kopong kosong
kuluk2 nyanyian hujan
Kumplit istilah dalam permainan kelereng
Lajang laju
Lanji Genit
Leduman meriam bambu
lele penjual makanan 
Lengo Bodoh
lenyak lembek
letoy lemas
Lima Pengka Uang Lima Rupiah
Limbung Jatuh
Lindung tertutup
Mata Bensin Matre
melacung terlempar
Mereng Miring
muar munyak
Mucil Nakal
muha Muka
muntung Mulut
Munyak sebel
Nda reda Nda Ikhlas
Ndatau Tidak tahu
nganjul melewati garis
Ngetek Naik motor tiba-tiba belok
Ngolok Ngejek
Ngopol-ngopol NgeGas Motor
Ngucil  Nantang
Nyelibit Hampir Kena
Nyendok Gaya Duduk di Motor
Ocol Lucu
Ote-ote bakwan
Oto Mobil  
Pantat bensin Matre
payaya'an norak
Pelor peluru
pendeng ikat pinggang
Pengong Bodoh
Pestol Pistol
Pom Bengsin SPBU
Poyek Celana Dalam kelihatan
pujungan perilaku yang dibuat-buat
RADIKAL Rajanya di kalimantan
sakaw Mabuk karena Narkoba
salome meat ball
sanggar pisang goreng
Seke' Pelit
Selawe 25 rupiah
Sengget Alat untuk mengambil buah yang tinggi
Sentokan Mainan dari bambu kecil
Sepong blow job
SGM Sinting Gila Mereng
Simaooo Masih Mau!!
singkip kere 
Skalput Skali Putaran
Slay colek belahan pantat
tambuk bodoh sekali
Tebilak melotot
Tehambur Bubar
Tekeliwai Nda Sengaja Salah
Tekempal terlempar
Tekipay terlempar
Tekipik Kaget
tekong permainan petak umpet
tepak Kotak pensil
Tepatak macet total
Tepecirit mencret yang tak disengaja
Tepelecok Keseleo
Tewa permainan petak umpet
Trek-trekan Balapan
Turki Turunan Kilo
Ungah perilaku yang dibuat-buat
Urat Bako Pelit sekali
wade Kue
Waluh perilaku yang dibuat-buat
Untuk-untuk Roti isi kacang ijo
Mageli Makanan dari kacang ijo

read more...